Kemarin malam seorang anak laki-laki menghampiri saya sambil menawarkan mainan puzzle yang dia jual. bahkan sebelum dia menjajakan mainan tersebut, terllihat raut muka pasrah dan hilang harapan, tahu bahwa saya tidak akan membeli bahkan mencari tahu mainan apa itu.
Selain membuat saya teringat akan adik saya yang paling kecil, raut muka anak itu membuat saya ingin menangis. kehilangan harapan merupakan hal paling menyedihkan di dalam hidup ini, dan saya menemukannya di matanya.
Saya langsung kalang kabut mencari uang yang tersisa di kantong, dan cukup kesal karena saat itu saya tidak membawa banyak uang. saya berikan semua sisa uang di kantong, lalu dia dengan bingung mencari-cari puzzle mana yang akan dia jual. saya bilang, "tidak usah, ini buat kamu saja." dan dia tidak menyentuh uangnya, saya selipkan saja uang tersebut di tumpukan puzzle yang dia jual. rasanya ingin memohon agar dia menerimanya.
Saya langsung berjalan kaki pulang, cukup yakin air mata saya akan leleh jika tetap berdiri didepan anak itu barang beberapa detik saja. saya harap dia menerima uang saya, meski saya tahu itu tidak seberapa dan tidak membantu apa-apa.
Dan raut muka anak itu masih menghantui saya. saat ini tidak ada hal yang paling saya inginkan selain mengembalikan harapan hidup anak tersebut, entah bagaimana caranya.
Tolong bertahan ya.
No comments:
Post a Comment